Senin, Juli 23, 2012

Sansekerta Dasar


Beberapa hari yang lalu, ada temen yang minta gw buat nulis tentang bahasa Sansekerta. Nah, berhubung ini merupakan salah satu bahasa yang tersusah menurut saya, jadi pelan-pelan dah gw jelasin, lumayan juga buat ingat-ingat.
Bahasa Sansekerta ini merupakan bahasa liturgi Hindu, merupakan bahasa induk dari bahasa-bahasa yang di India Utara. Di Indonesia masih banyak kita temukan kosakata maupun slogan-slogan yang sangat Sansekerta sekali, misal pancacita (slogan provinsi D.I. Aceh), jalesveva jayamahe (slogan TNI AU), dll. Nah, kosakata yang ada dalam bahasa ini juga banyak yang mirip dengan bahasa Latin, karena memang serumpun, misal: Pit (ayah), Bhrāt (abang), Māt (ibu).
Nah, kali ini gw akan bahas bagian deklinasi dari Bahasa Sansekerta. Apa sih deklinasi? Jadi deklinasi ini istilah khusus untuk menyebutkan perubahan yang terjadi pada kata benda (nomina), kata sifat (ajektiva), kata ganti (pronomina), kata sifat. *Untuk kata kerja  (verba) biasa disebut konjugasi* Di bawah ini gw dah buatin tentang penjelasan deklinasi dalam bahasa Inggris
Egg dan eggs, nah egg merupakan akar katanya, ketika dideklinasikan ke dalam bentuk jamak maka akan menjadi eggs, ingat kan kalau untuk menjamakkan kata benda dalam bahasa Inggris yang paling umum adalah dengan menambahkan -s/-es
Nah itu adalah salah satu bentuk deklinasi, jadi kalau di dalam bahasa Sansekerta itu agak sedikit rumit. Deklinasinya ada 3, yaitu berdasarkan jenis kelamin (maskulin, feminin dan netral), kejamakkan (tunggal, jamak dan dualis) serta kasus. Di antara ketiganya yang paling perlu dihapal adalah kasusnya. Untuk memudahkan penjelasan gw juga udah buat contoh di bawah:
Kāma: Cinta (Maskulin)
Tunggal
Jamak
Dualis
Nominatif
Kāmas
Kāmās
Kāmau
Akkusatif
Kāmam
Kāmān
Kāmau
Instrumentalis
Kāmena
Kāmais
Kāmābhyam
Datif
Kāmāya
Kāmebhyas
Kāmābhyam
Ablatif
Kāmāt
Kāmebhyas
Kāmābhyam
Genitif
Kāmasya
Kāmānām
Kāmayos
Lokatif
Kāme
Kāmeu
Kāmayos
Vokatif
Kāma
Kāmās
Kāmau

Dari tabel di atas mungkin buat orang yang belajar bahasa Rusia, Jerman pasti sudah agak sedikit nggeh. Jadi, misal kata Kāma (cinta) masuk dalam jenis maskulin, nah ketika mau dibuat bentuk tunggal sebagai subjek maka akan menjadi Kāmas karena subjek itu harus dikenakan kasus nominatif. Agak ribet ya, untuk kasusnya coba dibaca dibagian istilah ya.

Deklinasi Kata Benda dan Kasus


Untuk penjelaskan singkatnya nih di bawah ada
Sang Ibu membeli buku untuk anaknya dari uang jualannya dengan jalan kaki saat matahari tenggelam.
Sang: Vokatif
Ibu : Nominatif
Buku: akkusatif
Untuk anak: datif
Dari uang jualan: ablatif
Dengan jalan kaki : instrumentalis
Saat matahari tenggelam: lokatif
-nya: genitif

Nominatif: merupakan kasus yang dilekatkan pada subjek kalimat, jadi kalau dari kalimat atas Ibu akan terkena perubahan berdasarkan kasus nominatif
Penjelasannya lanjutan nanti ya ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar